my HIStory

Perjalanan Menuju Kedewasaan

“Tuhan dengan sengaja menggunakan beberapa keadaan sebagai sebuah cermin, supaya kita mengenali masalah dalam diri kita dan belajar untuk menanganinya. Ia sedang mengerjakan sesuatu dalam diri kita supaya kita dapat naik ke suatu tingkat yang baru dan menjadi orang yang Ia benar-benar inginkan.”
- Joel Osteen.

Hai teman!
Kalimat Joel Osteen di atas aku ambil dari buku renungan yang aku baca tiap pagi.
Nah, waktu sore hari Jumat kemarin, kalimat renungan ini ngena banget..

Sore itu, aku habis bad mood sama mbak kos ku hanya karena tidak menyisakan nasi untukku..
(ckckck, please jangan ilfeel ya teman, hahahaha…)
Nah, habis bad mood itu aku merasa nggak dewasa banget >.<

Ya ampun, am I okay?? Sorry God, I’m too childish..
Sambil merasa bersalah, aku buka buku renungan yang hari ini membahas “Api Tuhan yang Memurnikan”.
Ayat emasnya diambil di 1 Petrus 4:12 “Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.”
Penjelasan dari ayat itu sangat menegur sekaligus menghibur aku..

Tuhan memiliki maksud ilahi untuk setiap tantangan yang datang ke dalam kehidupanku.
Pencobaan dimaksudkan untuk menguji karakterku, menguji imanku.
Tuhan lebih tertarik mengubahku dibandingkan mengubah keadaan2ku.
Tentu saja, Dia dapat dan sering melakukannya. Tapi sebagian besar waktuku, aku diuji dalam bidang-bidang di mana aku paling lemah.
Tuhan dengan sengaja menggunakan beberapa keadaan sebagai sebuah cermin, supaya aku dapat mengenali masalah dalam diriku dan belajar untuk menanganinya.
Dia sedang mengerjakan sesuatu dalam diriku supaya aku dapat naik ke suatu tingkat yang baru dan menjadi orang yang Ia benar2 inginkan.
Tuhan memakai orang2 dan keadaan2 untuk menolongku melihat diriku lebih baik.
Tuhan tidak akan mengubah siapapun yang sedang berurusan denganku sebelum Dia lebih dulu mengubahku.

Ditambah tuntunan doa yang bunyinya:
“Bapa, aku ingin segera berubah saat Engkau menunjukkan kepadaku bidang2 di mana q perlu bertumbuh.
Tolong berikanlah aku keberanian, kekuatan, dan kemauan untuk membuat perubahan2, dan kesabaran untuk mengijinkan proses perubahanMu mengerjakan karya yang lengkap dalamku.”

Ya..
Kadang kita jengkel dengan orang lain atau keadaan yang nggak sesuai harapan kita.
Atau mungkin, seperti aku, kadang kita kecewa dengan diri sendiri atas kelemahan2 kita.
1 hal yang aku pelajari, kita semua nggak sempurna, nggak perlu kecewa dengan ketidaksempurnaan itu.
Tuhan selalu suka proses, tidak masalah kalau kadang kita masih melakukan kesalahan.. (Ini berarti tidak masalah juga kalau kadang orang lain masih melakukan kesalahan!)
Gesekan dengan orang lain dan keadaan ibarat amplas yang dipakaiNya untuk memperhalus bagian2 yang kasar dari diri kita.
Tidak ada jalan pintas menuju kedewasaan..
Dia sedang menunggu, bahkan menolong kita mengatasi diri kita sendiri. ^^

Ah, thanks Father!
Be blessed, friends:) 

I Miss That Moment

I miss that moment..
So brief, but stick in my heart
It was an ordinary moment
But for me… an exciting moment…
And now..
What I should do is keep praying
If this is from God, it will surely be continued..
I pray..
I pray..
^^

Home

Halo semua..!!^^
Nggak terasa hari ini hari terakhir liburan..
How was your holiday? :)
Selama liburan ini aku lebih banyak d rumah. Memang nggak bisa seharian full di rumah sih, krn kadang masih ke kampus, ke luar kota sama temen2 organisasi, jalan sama temen, dll..
But, however, I’m happy to be at home..!
Ga tau kenapa, rasanya pingin banget untuk nggak keluar rumah..
Hmm..
Aku teringat kata2 satu sahabatku, dia pernah bilang akan berusaha memanfaatkan waktu libur, sekalipun cuma 3 hari, untuk pulang kampung.. Krn dipikir-pikir, waktu bersama keluarga udah nggak banyak lagi. Setelah kuliah, mungkin bakal kerja di kota lain yang lebih jauh, n pastinya nggak bisa seenaknya pulang kalau bukan hari libur kerja.

Aku jadi tersadar juga..
Nggak akan selamanya tinggal di rumah ini. Someday I will have my own home, my own family.
Hari2 ke depan juga udah masuk kuliah, kampus kembali jadi rumah kedua..
Belum lagi kalau udah kerja, wah pasti lebih jarang lagi berada di rumah.
Oh God.. Sometimes I feel the time run too fast.. >.<

Oleh karena itu, aku berpikir..
Nggak bijaksana juga kalo jadi mahasiswa yang terlibat terlalu banyak organisasi dan kepanitiaan, terutama di waktu liburan, sampai2 nggak sempat pulang kampung atau jarang berada di rumah.
You have to be at home in this holiday! Spend your time with your precious family, please..

Aku sempat merasa bersalah waktu menyadari jadwalku di luar rumah terlalu menyita banyak waktu dan perhatian yang seharusnya bisa aku gunakan untuk jadi berkat di rumah sendiri.

Hmm.. Thanks God for teaching me in this holiday..
Be blessed, friends

Holiday..

Holiday! :))
Setiap kali liburan, yang muncul pertama kali di otak pasti cuma satu: GREEN PLACE..
Rasanya pingin duduk di rumput, memperhatikan langit (oh yaa.. udah lama ga menikmati langit…), sambil dengerin lagu ato instrumen musik gitu..
Wah.. Jadi mellow deh..

Emm..
Beberapa waktu terakhir ini pikiranku kadang dipenuhi oleh pikiran tentang masa depan.
What to do, where to go, whom to go with, etc..
Tak jarang, aku jadi kuatir2 tanpa alasan yang jelas.. hehehe..
Mmmm, n tiba2 jadi teringat satu lirik lagu ini:

Di kala kucemas akan masa depan dalam kehidupanku
Kumau lihat burung-burung di udara
Yang tak mengumpulkan bekal
Tapi hidup dalam suka
Kumau lihat bunga-bunga yang di padang
Yang hidup hari ini dan esok layu kembali

Kadang kutakut, aku ragu, aku bimbang
Kulupa ada Yang Kuasa yang dapat memberi sukacita..
ooo..

Kumau jadi burung, kumau jadi bunga
Yang tak ada rasa takut
Dengan rasa percaya diri aku maju tanpa ragu
Kar’na Kau penolongku

Yah, kadang kekuatiran itu memang sama sekali nggak beralasan.
Aku punya Tuhan, nggak seharusnya aku lupa bahwa DIA satu2nya jaminan pasti di hidupku..
I trust in GOD.
I trust in HIS promises.

Curhat Tengah Malam

Hi all!!
Malam ini aku kok nggak ngantuk yaa…
Habis merasakan 'capeknya' beres2 kamar tadi, sekarang aku jadi lapar tengah malam..

Kemarin waktu tidur, jam 3 subuh aku tiba-tiba bangun n kesulitan buat tidur lagi..
Akhirnya sambil berbaring n tutup mata, aku lipat tangan n berdoa..

Doaku simple banget..
Yaa.. Cuma ngucapin thanks aja sama Tuhan Yesus buat cintaNya..
Buat kebaikanNya..
Buat kesetiaanNya..
Buat pekerjaanNya..
Dan buat rencanaNya untuk masa depanku..

Hmm..
Kadang pada saat hati bergejolak n bener2 ingin mengungkapkan sesuatu yang mungkin terlalu malu untuk diungkapkan ke orang lain, kita cukup tutup mata, lipat tangan, n mulai curhat sama Tuhan..
Rasanya lega banget setelah ngasih tahu Tuhan tentang isi hati ini..
Yaaa walaupun Tuhan udah tahu sih dengan sangat jelas..

Okd..
Malam ini mau curhat lagi ahh..
Hati dan perut yang bergejolak membuat susah tidur.

Good nite friends, GBU! :)