my HIStory

Bertahta Di Hatiku


Hanya Engkau dalam hatiku
Yang memb’rikanku damai
Tiada kasih yang ada di dunia
Seperti kasih yang Kau berikan

Maka jiwaku pun memuji
Aman di baitMu
Satu asa di dalam hidupku
BERSAMAMU SEPANJANG MASA…!

Yang kupuja.. Hanya diriMu satu..
Yang s’lalu setia
Menopang dan menjagaku s’nantiasa
Biar hidupku membawa kemuliaan bagiMu
Kar’na diriMu dan kemurahanMu
T’lah bertahta di hatiku..

JESUS FOREVER I LOVE YOU! :,)

Kau Bagian Terindah ^^


Tuhan, Engkau sungguh indah!! :,)
Hari ini waktu sate, aku pingin banget menyanyikan isi hatiku..

Kerinduanku lebih dalam mengenalMu
MemahamiMu dengan sep’nuh hatiku
Tak ingin lagi kecewakan hatiMu
Kini kumau Kau yang pegang hidupku



Ijinkanku tinggal di hatiMu
Mengenal kerinduanMu
Ajarkanku setia padaMu
Pakailah hidupku



Bawalahku tinggal di hatiMu
Kerjakan kerinduanMu
Ajarkanku senangkan hatiMu s’lalu

Inilah hidupku, hanya untukMu


Ya, aku rindu semakin kenal Tuhan..
Semakin mencintaiNya dengan cinta sebesar mungkin..
As long as I live, I will always shout out about JESUS!


Hari2 ini keberanianku untuk mengakuiNya sedang diasah..
Kadang ada satu perasaan nggak mau dianggap terlalu rohani.
Tapi aku nggak bisa!
Nggak bisa menyangkal kalau memang Tuhan begitu nyata di setiap hariku.
Nggak bisa untuk nggak bercerita tentang diriNya…

Pernah terlintas di pikiranku..
“Tuhan, aku biasa2 aja yaa.. Aku nggak enak juga kalau nanti dianggap terlalu rohani atau religius..”
Dan Tuhan seperti bertanya, “Apakah kamu malu mengakuiKu?”
Detik itu aku langsung bertanya sama diriku sendiri, “Aku malu sama Tuhan???”
Bayangkan jika seseorang yang selama ini dekat denganmu ternyata malu mengakuimu di hadapan teman2nya..
Dia malu karena dikenal dekat denganmu.. >.<
Hatiku hancur sendiri..
“Apakah itu yang sedang kulakukan kepadaMu Tuhan?”
Apakah pantas seorang ciptaan yang sudah ditebus dengan pengorbananNya merasa malu mengakuiNya?”
“Apa yang membuatku harus malu terhadap Ayahku sendiri?”
“Bukankah cintaNya itu cukup? Bahkan berlebih2 aku dilimpahiNya dengan kebaikan dan kemurahan!”
“Pantaskah aku malu mengakuiMu Tuhanku?”

Hari itu aku bertekad..
Dia adalah Bapa dan Rajaku.
Dialah yang paling pantas untuk kucintai dengan sangat!
Dialah yang paling pantas untuk aku bangga2kan!

Tadi waktu sate, waktu lagi baca Alkitab, tiba2 aku merasakan kasih yang begitu besar di hatiku..
Kasih itu seperti berkata, “Aku mengasihimu..”
Aku langsung nangis.. Tuhan terasa begitu dekat…
Aku rindu orang lain juga bisa mengenal dan merasakan Dia dengan lebih dalam!
Rugi kalau kita cuma percaya saja tanpa benar2 punya hubungan akrab denganNya..

So, come on guys, deeper in love with Jesus!


Yeremia 9:24 “Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

Lesson of the Week :D

Happy weekend everyone! ^^
Sejak semester 6 ini aku merasa hari2 berjalan lebih cepat.
Soalnya kuliah efektif cuma 3 bulan, terasa cepat sekali..

By the way, angin akhir2 ini nakal banget ya..
Suka dorong2 waktu lagi jalan n bikin leher geli..
Sampai2 harus megangin leher biar nggak geli waktu kena angin.. :p

Yah!, seminggu ini belajar beberapa hal..
-Ikut senang dengan kebahagiaan orang lain. Ketika Tuhan memberkati orang lain, sebenarnya Tuhan juga sedang memberkatiku.. ^^
-Saat ada orang lain meminjam sesuatu, pinjamkanlah yang terbaik! Jangan meminjamkan sesuatu yang kita sendiri kurang sukai..
-Berdoa bagi kota! Ini tiba2 diingatkan gara2 ada wabah serangga tomcat.. Let’s pray for our city :D

Segini dulu ya..^^
God bless you.. 

Thanks God for Friends ^^

I’m really grateful for having them :)
Thank You Lord ^^

Perjalanan Menuju Kedewasaan

“Tuhan dengan sengaja menggunakan beberapa keadaan sebagai sebuah cermin, supaya kita mengenali masalah dalam diri kita dan belajar untuk menanganinya. Ia sedang mengerjakan sesuatu dalam diri kita supaya kita dapat naik ke suatu tingkat yang baru dan menjadi orang yang Ia benar-benar inginkan.”
- Joel Osteen.

Hai teman!
Kalimat Joel Osteen di atas aku ambil dari buku renungan yang aku baca tiap pagi.
Nah, waktu sore hari Jumat kemarin, kalimat renungan ini ngena banget..

Sore itu, aku habis bad mood sama mbak kos ku hanya karena tidak menyisakan nasi untukku..
(ckckck, please jangan ilfeel ya teman, hahahaha…)
Nah, habis bad mood itu aku merasa nggak dewasa banget >.<

Ya ampun, am I okay?? Sorry God, I’m too childish..
Sambil merasa bersalah, aku buka buku renungan yang hari ini membahas “Api Tuhan yang Memurnikan”.
Ayat emasnya diambil di 1 Petrus 4:12 “Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.”
Penjelasan dari ayat itu sangat menegur sekaligus menghibur aku..

Tuhan memiliki maksud ilahi untuk setiap tantangan yang datang ke dalam kehidupanku.
Pencobaan dimaksudkan untuk menguji karakterku, menguji imanku.
Tuhan lebih tertarik mengubahku dibandingkan mengubah keadaan2ku.
Tentu saja, Dia dapat dan sering melakukannya. Tapi sebagian besar waktuku, aku diuji dalam bidang-bidang di mana aku paling lemah.
Tuhan dengan sengaja menggunakan beberapa keadaan sebagai sebuah cermin, supaya aku dapat mengenali masalah dalam diriku dan belajar untuk menanganinya.
Dia sedang mengerjakan sesuatu dalam diriku supaya aku dapat naik ke suatu tingkat yang baru dan menjadi orang yang Ia benar2 inginkan.
Tuhan memakai orang2 dan keadaan2 untuk menolongku melihat diriku lebih baik.
Tuhan tidak akan mengubah siapapun yang sedang berurusan denganku sebelum Dia lebih dulu mengubahku.

Ditambah tuntunan doa yang bunyinya:
“Bapa, aku ingin segera berubah saat Engkau menunjukkan kepadaku bidang2 di mana q perlu bertumbuh.
Tolong berikanlah aku keberanian, kekuatan, dan kemauan untuk membuat perubahan2, dan kesabaran untuk mengijinkan proses perubahanMu mengerjakan karya yang lengkap dalamku.”

Ya..
Kadang kita jengkel dengan orang lain atau keadaan yang nggak sesuai harapan kita.
Atau mungkin, seperti aku, kadang kita kecewa dengan diri sendiri atas kelemahan2 kita.
1 hal yang aku pelajari, kita semua nggak sempurna, nggak perlu kecewa dengan ketidaksempurnaan itu.
Tuhan selalu suka proses, tidak masalah kalau kadang kita masih melakukan kesalahan.. (Ini berarti tidak masalah juga kalau kadang orang lain masih melakukan kesalahan!)
Gesekan dengan orang lain dan keadaan ibarat amplas yang dipakaiNya untuk memperhalus bagian2 yang kasar dari diri kita.
Tidak ada jalan pintas menuju kedewasaan..
Dia sedang menunggu, bahkan menolong kita mengatasi diri kita sendiri. ^^

Ah, thanks Father!
Be blessed, friends:)