my HIStory

Faith is Not Denying Reality



It’s not pretending you don’t have a problem. Faith is not saying, “I’m not pain” when you are. It’s not saying, “ I don’t hurt” when you do. It’s not saying, “I’m happy” when you’re really grieving inside. That’s not faith; it’s phoniness! Faith is facing the facts without being disheartened by them because you know God is greater than the problem.

The problem of denying reality is we tend to deny a need of a Helper (or a need of healing, recovery, comfort). I unconsciously did that. But the moment I stop denying, and honestly come to God the way I am, broken-hurt-tired-confused and in a need of help, I find Him as the answer just the way I never knew before. When I was broken and hurt, I found Him understanding me first, then He began to heal and recover through a process. I always find Him as a Comforter. When I’m tired, He gives me rest. When I’m confused, I’m assured by Him.

Faith is facing reality without being discouraged by it. You know that God can change  a situation.

The key is to LOOK BEYOND your circumstances: “We fix our eyes not on what is seen, but on what is unseen, since what is seen (the problem) is temporary, but what is unseen (God’s power) is eternal” 2 Corinthians 4:18.

If you look at the world, you’re going to be distressed. There are problems everywhere!
If you look whitin, you’re going to be depressed, because there are a lot of things that need changing in your life.

But if you look at Jesus Christ, you’ll be at rest. It depends on where you are focused.

The Gift of Interruption


I was working this afternoon when my little niece called me, “ako di mana? cece tadi udah masuk sekolah baru lho, cece udah TK.” (cece is a nick name we called for her, since God sent her little brother to our family).

Well, I learn to be thankful for any interrupting-call from her. Cause I know I will miss these moments, so I’d be better treasure them.
In fact, I’m missing her “ako, cece mau mandi sama ako sambil bawa mermaid” (mermaid is a princess ariel doll I bought for her)
Missing her “ako, cece tadi makan banyak lho di sekolah, cece makan sendiri sampe habis” then I give a high five for her.
And many more.

Since I’m planner, I used to feel annoyed when someone or something interrupt my plans, or my schedule. But later God teaches me that sometimes interruption can be God’s way to remind that :

Relationship is more important than to-do-list,

That family of best-friends are more important than “things”,

That having personal time with Him is more important than checking social media (have you ever been interrupted by a bad signal?) :)

Grace

His Grace is sufficient for me.. :)


2 Corinthians 12:9
But he said to me, “My grace is sufficient for you, for my power is made perfect in weakness.” Therefore I will boast all the more gladly about my weaknesses, so that Christ’s power may rest on me.

Happy New Year 2015

Thank You Jesus for everything.
I won’t let every moment pass without learn something through it..:)

And I won’t put my own hope and trust in what 2015 will bring to me anymore. In fact, I cannot always choose my circumstances. I cannot always see things clearly or always understand why something happens completely.

Today new chapter, realizing that years come and go, seasons change, bitter and sweet things can happen upredictably. I choose to expect nothing but to walk with the One who’s carrying me with His everlasting arms. To trust that He is in control and He is always good to me. To let Him take over my life, to give Him more spaces to work through all things in my life.

I need You Lord. I really do! I need the greater power, I need the stronger hands to hold. And You are the only One I can depend on. Captive my heart to love You more, to honor You more, to respect You more, to fear You more, to listen You more.

I Was Sad, So I Wrote This

I was wrong. Sebelumnya aku sempat berkeluh kesah karena membayangkan Natal gonna-be-a-flat holiday, today I realized that it was a BIG mistake. In fact, my holiday was so fun! I had a quality time with my small family (with my niece & nephew for sure ^^), How I am thankful to God for this beautiful Christmas!
Tapi di sisi lain, Natal kali ini juga berselimut duka :(
Sebuah berita buruk datang tgl 28 Desember kemarin, berita hilangnya pesawat Air Asia QZ8501 jurusan Surabaya-Singapore.
Deeper in my heart, “Jesus, please do something. You have to do something.."
Tapi, setelah 2 hari pencarian dan sampai dengan hari ini sudah ditemukan serpihan pesawat dan banyak jenazah, sedikit kekecewaan timbul di hatiku. Yahh… Tuhan… Kenapa Tuhan?? :,(
Malam ini waktu saat teduh (harapan masih ada!) dan bacaan Alkitab, tertulis:
“… Akulah TUHAN”-Keluaran 6:1.
Ya, Dialah Tuhan. God is God and we are not.
Dia selalu tahu yang lebih baik, yang terbaik.
Dia tidak pernah meninggalkan ataupun melupakan kita.
Dia setia. Dia punya cara terbaik, jalan terbaik, rancangan yang terbaik.
Dia tetap baik. Apapun yang terjadi.
Dialah yang berkuasa atas dunia, atas manusia, atas hidup kita.
Dialah Tuhan.
Mungkin kita belum bisa mengerti.
Pasti tidak mudah melalui masa yang sulit ini.
Tapi Dia Allah beserta kita.
Jangan lepaskan pengharapan kita padaNya.
Dia tetap Tuhan yang bisa dipercaya.
My deep condolences goes to all the passengers of Air Asia QZ8501 and their families. God is with us.

A Prayer

God, please help me to believe
That You will complete
All You started in me

In times of difficulties
Let me find out that You are always working
Mostly behind the scenes

Take me to Your heart
So I feel the warmth of Your love
The best place I completely secure

No matter how dark things sometimes may seem
No matter how long it’s been
Help me to believe that You are always by my side
You are still the shining light of hope of my life

I will walk my life in boldness, joy, and faith
Knowing that it’s perfectly in Your control
In the name of Jesus, amen!:)

Wait on God




















Sang Penulis kehidupan sedang menuliskan kehidupanmu.
Terkadang, kisah yang ditulisNya tidak dimulai seindah harapanmu.
Bahkan di bab-bab tertentu, Dia menuliskan cerita yang mengundang air mata.
Tetapi jika kau mengijinkanNya terus menulis,
Kau akan temukan di bab-bab berikutnya bahwa Dia menuliskan bagian-bagian indah.
Yang semakin indah jika kau sabar menungguNya menyelesaikan kisahmu..

Dia tidak butuh interupsi.
Dia tahu yang terbaik.
Dia Tuhan, yang sangat ahli menuliskan akhir kisah indah yang sempurna.

Bersabarlah.
Kisah yang indah tidak pernah selesai hanya dalam satu malam
^^

Re-post from May 2012

Right Here Waiting

Akhir-akhir ini hampir setiap hari melakukan pekerjaan ‘menunggu’. Mulai dari pagi berangkat kerja menunggu taxi yang tak kunjung datang. Menunggu mobil kantor yang masih dipakai keperluan lain berharap segera datang untuk mengantarkan hand over unit. Sesampainya di lapangan, si calon pemilik rumah biasanya tidak selalu tepat waktu, sehingga sering kali kami harus menunggu lagi.

Kemarin lusa pagi sewaktu akan berangkat kerja, selama menunggu taxi yang sudah dipesan kira-kira ada beberapa taxi lewat dan nawarin. Sempat tergoda, “Apa sudah naek taxi yang sudah ada aja?” Tetapi akhirnya aku tetap menunggu karena mbak bilang pasti datang.

Sebenarnya bukan seberapa lama waktu untuk menunggu. Bukan juga menunggu di tengah teriknya matahari di lapangan. Tetapi kepastian akankah orang yang saya tunggu itu datang?

Guys, pernahkah kita merasa seperti itu di dalam hidup? Menunggu sesuatu yang ngga pasti? Menunggu jawaban yang ngga kunjung tiba, telepon yang ngga kunjung berdering, email yang ngga kunjung sampai. Dan ketika kita bertanya pada Tuhan, Tuhan seolah diam..
Ketika harus menunggu, kadang iman menjadi goyah. Berbagai pertanyaan yang ngga-ngga muncul. Gimana kalo Tuhan lupa? Gimana kalo Tuhan ngga peduli? Ato gimana kalo sebenarnya Tuhan sudah berbicara tapi aku ngga denger?

“It’s a good thing to quietly hope, quietly hope for help from God.
It’s a good thing when u’re young to stick it out through the hard times.
When life is heavy and hard to take, go off by yourself. Enter the silence. Bow in prayer. Don’t ask questions; wait for hope to appear.
Don’t run from trouble. Take it full face.”
Lamentations 3:26-30   

Ketika menunggu, mobil demi mobil yang lewat bukan mobil yang aku tunggu itu sudah pasti mendatangkan kekecewaan. Tetapi ternyata bukan menunggu seperti itu yang Tuhan mau. Tuhan mau aku menunggu dan berharap bukan pada mobil lewat ato pada orang, tetapi pada Dia saja.. :)
Passionately waits padaNya ngga akan pernah sia-sia. Kasih setia Tuhan selalu muncul baru setiap pagi.. ^^

Ketika mengetik kata-kata di atas, aku masih harus tetap menunggu. Tetapi aku belajar, semua yang terbaik pasti diberikan Tuhan tepat pada waktunya.. ^^

8 Juni 2014

Bapa yang sangat kupercaya.. ^^
Aku baru aja mengerti sesuatu, dan aku pingin Kau segera tau..:D
Ini tentu ngga akan membuatMu heran, tapi tampaknya aku perlu diingatkan kembali tentang hal ini berulang kali.

Ketika aku terluka, kasihMu segera menghampiri untuk meringankan rasa sakit dan mempercepat kesembuhanku.
Ketika aku berlari di dalam perlombaan kehidupan setiap hari, suaraMu yang penuh kasih selalu menyemangati aku di garis akhir.
Thanks Jesus..

Ada hal lain yang pingin aku sampaikan,
aku mengasihiMu.. :)

All Seasons are Good

Facing hardships? Read this for a while..

All things bright and beautiful,
All creatures great and small,
All things wise and wonderful,
The Lord God made them all.

Each little flower that opens,
Each little bird that sings,
He made their glowing colours,
He made their tiny wings

The purple-headed mountain,
The river running by,
The sunset in the morning,
That brightens up the sky

The cold wind in the winter,
The pleasant summer sun,
The ripe fruits in the garden,
He made them every one;


(Matthew 6:24-34)

Thanks Jesus for always being with me through all seasons of life..
=)

A Valentine's Letter to Jesus

Dear Jesus,

When You are present to me, all is good and nothing seems difficult. Your voice to me is the most precious sound in existence. If I dont hear You speaking inside my soul, all other comfort is worth nothing, but if You speak but one word to me I am greatly comforted.
Sorry Lord, when I go into any situation without having You on my mind..

Jesus, it is the greatest skill to know how to hold familiar conversation with You. Lord, teach me this skill.. To know how to keep You in my consciousness at all times, this is the greatest wisdom. Please, dear Lord, tune my heart to Your presence with me at all times.

You know that I want always to be in the springtime of enjoying Your love, but sometimes I need the winter season. Lord, you have ordained the seasons, including those that dont feel good, and I love You for this too. Help me to remember that after winter comes spring, after night comes day, after the storm comes a great calm. More than that, help me to trust that all seasons are good when I live them with You..

You are the One, Jesus, who I trust and rejoice in above all others. I'd rather have the whole world against me than to have You offended with me. Among all those who are dear to me You stand out, Jesus. I have no idea how much You capture my heart. You are the One that I especially love.. :)

And for my future husband, no doubt :) I do believe You is preparing him, so someday he will become a Godly man who leads our family..^^
Until that day come, You will still be the One I'll love till the end of my life Jesus..
I love You.. :)

Life Teaches me..

Life teaches me to trust no one
Bible teaches me to trust God alone.
Life teaches me to love them who love me
Bible teaches me to love and pray for my enemies.
Life teaches me to gain no more
Bible teaches me to give more.
Life teaches me to be independent
Bible teaches me that I can depend on God.
Life teaches me to be loveable
Bible teaches me that I'm loved, no matter what.
Life teaches me to do more
Bible teaches me that everything has done at the cross.

Life teaches me the good things,
but Bible teaches me the best way to live.

Welcome 2014 ^^

Last New Year Eve I had a really lovely day with my best friends, how about you?:)

Thanks Jesus for blessed 2013..
Every answered prayers, processes, and abundant love..
Not a day goes by without His unfolding grace.. (2 Cor 16-18)
Hal terindah di hidupku adalah hidup bersama Tuhan Yesus..
Nothing more precious than this.. :)

I had written my resolution for 2014.
And I will submit that "proposal" to God in my prayer.
I let Him "revise" every part that needed to be "revised".
He is the One I'll love till the end of my life..

Welcome another great year, 2014.. ^.^

Thankful..

Setengah tahun ini bersyukur buat setiap kepercayaan yang ditambahkan oleh Tuhan dan hadiah-hadiah dari Tuhan yang tidak terduga. He’s so AMAZING!
Juga buat setiap pelajaran kehidupan yang membuatku semakin mengenal dan dekat dengan Tuhan Yesus dan mengerti kehendakNya dalam hidupku.

Satu hal yang penting yang aku pelajari selama setengah tahun berjalan di tahun 2013 ini adalah visi hidup. Tanpa visi, kita hanya akan berjalan tanpa tujuan.
Visi hidup juga membantu kita untuk melakukan persiapan. Karena hasil yang gemilang membutuhkan persiapan yang maksimal.
Kemudian, fokus hidup yang terarah kepada Tuhan juga membuat kita sanggup dan berani untuk melangkah pasti..
 
Ada waktu di hidupku
Pencobaan berat menerpa
Aku berseru mengapa ya Tuhan
Nyatakan kehendakMu

Jalan Tuhan bukan jalanmu
Jangan bimbang ataupun ragu
Nantikan Tuhan jadikan semua
indah pada waktuNya

Pada Tuhan masa depanku
Pada Tuhan ku srahkan hidupku
Nantikan Tuhan berkarya
Indah pada waktuNya

Hari esok tiada ku tau
Namun tetap langkahku maju
Kuyakin Tuhan jadikan semua
Indah pada waktuNya
 
Aku belajar untuk tidak khawatir melangkah ke depan, karena Tuhan yang memeliharaku..^.^
 I wanna be thankful for everything!

Thanks Jesus ^.^


 

Finally! S.T.!
Yeay! Thanks to Jesus for His great blessing in my study.
God is so GOOD!
And also thanks for my lecturers, especially Mr. Andi, and also my partner.. :D
 
My Father is my Provider. Thanks Lord Jesus..
After all these blessings, I once again believe that nothing is impossible, He just has His own time.. :)
And His love always be my answer.. ^.^

Bertahan

Pernahkah kamu mengalami perbedaan dengan orang-orang di dalam tim?
Misalnya, beda pendapat, beda prinsip, beda pola pikir, beda pemikiran, atau perbedaan-perbedaan lainnya?
Hmm, pasti semua orang pasti pernah mengalami perbedaan. Bahkan orang yang paling penurut pun pasti pernah mengalami sekali/dua kali perbedaan pendapat dengan orang lain.

Lalu, pernahkah juga kamu mengalami gesekan (atau dalam bahasa gaulnya: nggak enakan) sama mereka?
Misalnya, merasa tersinggung karena sikap/perkataan seseorang, berdebat pendapat dengan keras, atau merasa ditekan, dll?
Yang satu ini kayaknya juga pasti pernah deh..
Sebagai manusia normal yang punya perasaan dan ego, kita semua pasti mengalami gesekan. Apalagi di dalam suatu tim ada berbagai macam orang dengan beragam latar belakang kepribadian.

Nah, sekarang, pernahkah kamu mengalami kekecewaan terhadap mereka?
Merasa sakit hati, merasa dihakimi, lalu kehilangan kepercayaan, atau bahkan kehilangan kasih terhadap mereka?
Permasalahan seperti itu sepertinya bukan hal asing lagi terjadi di antara banyak orang yang berada dalam suatu tim.

Berpikir lebih dalam lagi yuk..^^
Daripada menganggap perbedaan dan gesekan sebagai sesuatu yang menghalangi pertumbuhan, mengapa tidak menganggapnya sebagai proses pemurnian dan pendewasaan?
Perbedaan dan gesekan adalah hal wajar agar kita menjadi pribadi yang lebih dewasa. Lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan, lebih dewasa dalam menjaga hati, dan juga lebih dewasa di dalam kasih.
Untuk menjadi orang yang kuat dalam karakter, kita perlu dibentuk melalui berbagai macam proses.

Manusia tetaplah manusia, akan selalu punya kekurangan dan melakukan kesalahan. Jangan berharap berlebihan pada manusia.
Fokus kita ngga boleh salah. Ketika berorganisasi dan terlibat dalam suatu tim, ingatlah bahwa kita sedang melakukannya untukNya dan karenaNya.

Lalu, bagaimana menyikapi kekecewaan?
Pernah merasa kecewa itu wajar, tapi tinggal di dalam kekecewaan itu merugikan diri sendiri. Ingatlah, sekalipun mengalami kekecewaan, kita bukan produk dari rasa pahit. Teruslah bersikap baik dan tulus hati.

Hari ini, ngga boleh jadi orang yang menyimpan kekecewaan.
Berusaha mengasihi lebih lagi..
Kasih meminimalkan penyesalan.
Orang yang tidak pernah rugi adalah orang yang selalu mengasihi.
Bertahan dalam proses dan menjadi pemenang!^^

Rose: Sebuah Kisah tentang PenyertaanNya

Suatu siang di ibukota, di sebuah kantor redaksi majalah rohani berskala nasional, suasana kantor sedang lengang. Beberapa meja kerja terlihat kosong ditinggal sang empunya untuk istirahat makan siang.
Beberapa orang lagi terlihat menikmati bekal makan siang yang dibawa dari rumah sambil mengobrol santai dengan rekan di meja sebelah.
Namun, sangat berbeda dengan meja di ujung ruangan.
Suara ketikan keyboard dan ‘klik’ mouse beberapa kali terdengar.
Rose, sang editor berusia 26 tahun, masih berada di depan layar komputer.
Sudah 2 minggu ini Rose cuti kerja pasca melahirkan anak pertamanya.
Tidak heran, pekerjaannya menumpuk begitu ia kembali bekerja.
Dia sedang sibuk membaca dan memeriksa beberapa artikel yang akan naik cetak.
Tiba-tiba raut mukanya menjadi serius ketika membaca sebuah surat kesaksian dari seorang pembaca.

“Namaku Jim, usia 21 tahun. Aku tergabung dalam tim redaksi warta di gereja. Sekalipun seorang penulis warta gereja, aku tidak serohani tulisan-tulisanku. Aku tahu tentang Tuhan, dan kurasa aku mengenalNya. Tapi berdasarkan pengalamanku, Dia tidak semenarik sebagaimana aku menulis tentangNya.
Tentu saja, itulah pikiranku sebelum aku menyaksikan hal yang menakjubkan ini.

Siang itu, aku sedang minum kopi di lantai atas kafe kecil di seberang rumah sakit bersalin.  Waktu itu aku sedang mencari inspirasi untuk sebuah topik warta gerejaku. Topik itu tentang penyertaan Tuhan yang sempurna.
Tentu saja aku harus berpikir keras karena pengalaman tak mengajarkanku apa-apa tentang topik ini. Aku berupaya membuat cerita fiksi sebagai ilustrasi, tetapi kemudian Dia mengarahkan perhatianku pada seorang perempuan di seberang sana.

Perempuan itu sepertinya baru beberapa hari yang lalu melahirkan.
Perutnya masih terlihat buncit, dengan cara jalan yang masih khas ibu hamil.
Ia berjalan dengan seorang pria, yang pastinya itu adalah suaminya.
Pria itu menggendong seorang bayi mungil yang dilindungi kain selendang warna biru. Mereka tidak berdua, tetapi juga disertai oleh seorang perempuan lanjut usia, sepertinya nenek dari bayi itu. Nenek itu membawa tas perlengkapan bayi yang cukup besar.
Mereka terlihat akan menyeberang jalan.

Ketika baru saja maju beberapa langkah, tiba-tiba tali tas perlengkapan bayi yang dibawa oleh nenek itu putus sehingga tas jatuh tertinggal di jalan.
Sang nenek yang menyadari hal itu segera membalikkan badan untuk mengambil tas. Perempuan itu dan suaminya juga ikut membalikkan badan untuk melihat nenek itu dan tas yang dibawanya.
Ketika mereka semua sedang  membalikkan badan, tidak lebih dari 3 detik, tiba-tiba sebuah mobil pick-up melaju kencang di balik punggung mereka. Sangat menegangkan bagiku yang sedang memperhatikan mereka!
Setelah mengambil tas, perempuan itu dan suaminya, juga nenek itu melanjutkan menyeberang jalan dengan tenang.

Aku tercengang. Mereka tidak tahu apa yang baru saja mereka alami.
Mereka semua hampir saja tertabrak. Ya, mereka semua, perempuan itu dan suaminya, nenek itu, dan juga bayi yang mungkin baru beberapa hari lahir ke dunia.
Jika saja tali tas yang dibawa oleh nenek itu tidak putus, mereka akan terus melangkah dan … Ah! Tentu saja aku tidak akan menulis kesaksian ini.

Ya, siapapun mereka, aku tidak mengenalnya.
Tapi, aku mengenal Dia yang meluputkan mereka dari tabrakan itu.
Sungguh menakjubkan!

Terima kasih,
Jim.”

Rose terdiam. Air matanya tumpah.
Ia baru saja menyadari bahwa ‘mereka’ yang diceritakan oleh Jim ialah dirinya dan keluarganya.
Ya, 1 minggu setelah melahirkan, Rose dijemput di rumah sakit oleh suami dan ibu mertuanya.  Karena parkir rumah sakit penuh, suami Rose memarkir mobil di seberang jalan, di depan kafe kecil itu.
Ibu mertuanya yang ketika itu membawa tas perlengkapan bayi, dan talinya putus ketika mereka menyeberang jalan.
Mereka tidak pernah tahu bahwa ada mobil pick-up yang melaju kencang, dan mereka terluput dari tabrakan maut.

Bejana Pilihan


Suatu ketika Seorang Tuan sedang mencari sebuah bejana. Ada beberapa bejana tersedia - manakah yang akan terpilih?

"Pilihlah saya", teriak bejana emas, "Saya mengkilap dan bercahaya. Saya sangat berharga dan saya melakukan segala sesuatu dengan benar. Keindahan saya akan mengalahkan yang lain. Dan untuk orang yang seperti Engkau, Tuanku, emas adalah yang terbaik!"
Tuan itu hanya lewat saja tanpa mengeluarkan sepatah kata.

Kemudian ia melihat suatu bejana perak, ramping dan tinggi. "Aku akan melayani Engkau, Tuanku, aku akan menuangkan anggur-Mu dan aku akan berada di meja-Mu di setiap acara jamuan makan. Garisku sangat indah, ukiranku sangat nyata. Dan perakku akan selalu memuji-Mu."
Tuan itu hanya lewat saja dan menemukan sebuah bejana tembaga.

Bejana ini lebar mulutnya dan dalam, dipoles seperti kaca. "Sini! Sini!" teriak bejana itu, "saya tahu saya akan terpilih. Taruhlah saya di meja-Mu, maka semua orang akan memandangku."

"Lihatlah saya", panggil bejana kristal yang sangat jernih. "Aku sangat transparan, menunjukkan betapa baiknya saya. Meskipun saya mudah pecah, saya akan melayani Engkau dengan kebanggaan saya. Dan saya yakin, saya akan bahagia dan senang tinggal dalam rumah-Mu."

Tuan itu kemudian menemukan bejana kayu. Dipoles dan terukir indah, berdiri dengan teguh. "Engkau dapat memakai saya, tuanku", kata bejana kayu. "Tapi aku lebih senang bila Engkau memakaiku untuk buah-buahan, bukan untuk roti."

Kemudian Tuan itu melihat ke bawah dan melihat bejana tanah liat. Kosong dan hancur, terbaring begitu saja. Tidak ada harapan untuk terpilih sebagai bejana Tuan itu.

"Ah! Inilah bejana yang aku cari-cari. Aku akan perbaiki dan Kupakai, dan akan Aku buat sebagai milik-Ku seutuhnya. Aku tidak membutuhkan bejana yang mempunyai kebanggaan. Tidak juga bejana yang terlalu tinggi untuk ditaruh di rak. Tidak juga yang mempunyai mulut lebar dan dalam. Tidak juga yang memamerkan isinya dengan sombong. Tidak juga yang merasa dirinya selalu benar.
Tetapi yang Kucari adalah bejana yang sederhana yang akan Kupenuhi dengan kuasa dan kehendak-Ku."
Kemudian Ia mengangkat bejana tanah liat itu. Ia memperbaiki, membersihkan dan memenuhinya. Ia berbicara dengan lembut kepadanya. "Ada tugas yang perlu engkau kerjakan, jadilah berkat buat orang lain, seperti apa yang telah Kuperbuat bagimu."

Pertanyaannya, kita jadi bejana seperti apakah sekarang?

Kebanggaan, membuat kita dipandang dunia..
Kesombongan, membuat kita seakan-akan ada diatas dan melihat orang lain lebih rendah..
Kita semua berasal dari awal yang sama, bejana liat yang 'Kosong dan Hancur'..

Ingatlah untuk menjadi berkat buat orang lain, seperti apa yang Tuhan sudah perbuat bagi kita..

"Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah..." (Yoh 15 : 16)

Gbu always..^^

Crossroad


Someday..
We will stand at the crossroad
And it’s time to choose our own way
I go mine and you go yours
I’m here and you’re there

But remember..
A heart of a friend will always say:
“Reach your dream,  pray for me”
“You are happy, I’m glad”
“Never say goodbye, see you someday!”

Yes!
The crossroad is almost near.
But friendship will always have a room in the heart
Just for you to stay in.